Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, teman-teman. Dalam artikel ini, saya ingin meluncurkan vlog baru saya yang bernama YTS Vlog. Ini adalah episode pertama dari YTS Vlog, dan saya sangat antusias untuk membagikan perjalanan ini kepada Anda.
Sebelumnya, saya sudah pernah meluncurkan beberapa vlog, dimulai dari vlog Deephood yang mendokumentasikan perjalanan online shop saya, Deep Hood. Awalnya berencana jualan koko, lalu berubah jadi baju kucing, bantal, hingga kini menjadi "palugada" (apa lu mau, gue ada). Keberjalanan ini saya rekam seminggu sekali dan menjadi vlog selama kurang lebih dua tahun.
Ada juga vlog Cute Palugada dan Mukenade. Intinya, vlog-vlog tersebut adalah laporan progres apa yang saya lakukan. Insyaallah semuanya nyata dan Anda bisa menyelaminya, semoga ada manfaatnya. YTS Vlog ini menurut saya yang terbaik karena sifatnya sekuensial. Ada cerita yang nyata, sebuah storyline yang terbangun dari minggu ke minggu. Walaupun ceritanya mungkin tidak dramatis, karena ini nyata dan sesuai kronologinya, Anda bisa mengikutinya dengan seru. Bagi saya pribadi, vlog-vlog ini sering saya tonton ulang untuk melihat kembali apa yang pernah saya lakukan. Ibaratnya, saya membuat vlog ini sekaligus sebagai catatan pribadi, sembari menyelam minum air.
Apa Itu YTS Vlog dan Mengapa YouTube Shorts?
YTS Vlog ini adalah perjalanan saya dalam mencari uang dari YouTube Shorts. Sebenarnya, saya sudah lama berkecimpung di dunia YouTube; channel Ghani Rozaqi ini sudah berjalan sekitar lima tahun. Saya juga memiliki channel-channel lain yang menghasilkan uang, bahkan kini memiliki empat karyawan yang bekerja WFH, semuanya dari YouTube. Ini di luar pendapatan dari Shopee, TikTok, atau marketplace lainnya.
Pertanyaan yang sering muncul adalah, apakah sudah terlambat untuk memulai YouTube Shorts? Saya melihat, khususnya dalam hal AI, perkembangan video AI setahun terakhir ini sangat pesat. Dulu kualitasnya sangat jelek, kini sudah sangat realistis. Namun, poin utamanya bukanlah pada realistisnya, melainkan pada kemudahannya. Ironisnya, semakin mudahnya membuat video AI yang realistis justru bisa lebih berbahaya karena berpotensi menyesatkan, adanya 'AI Slop', serta masalah kebijakan di TikTok, YouTube, dan Instagram. Tapi intinya, dibanding tahun lalu, saat ini membuat video jauh lebih mudah.
Saya melihat ini sebagai peluang. Berhasil atau tidak, itu urusan nanti. Yang jelas, saya ingin mencobanya. Namun, untuk mengikuti jejak YouTube Shorts, nafas kita harus panjang dan kuat.
Strategi Bermain YouTube Shorts: Evergreen dan Global
Saran saya, mainlah di konten yang evergreen, alias lestari. Yaitu konten yang Anda perkirakan masih relevan dan ingin ditonton orang setahun atau dua tahun lagi. Ini berbeda dengan TikTok atau Instagram yang lebih mengutamakan tren dan viralitas. Konten viral di platform tersebut mungkin hari ini populer, tapi minggu depan sudah dilupakan. YouTube, berdasarkan pengalaman saya, lebih cocok untuk konten evergreen. Kita sering menonton video YouTube yang dibuat dua atau tiga tahun lalu, berbeda dengan TikTok atau Instagram yang cenderung tidak menampilkan konten lama.
Kedua, saran saya adalah tidak menargetkan pasar Indonesia. Langsung saja targetkan pasar global, seperti Amerika Serikat, Australia, atau Eropa. Mengapa demikian? Karena RPM (Rate Per Mille) atau pendapatan per 1000 views di negara-negara tersebut jauh lebih besar. Hati-hati juga untuk tidak menargetkan India, karena RPM-nya kurang lebih sama kecilnya dengan Indonesia. Jadi, target utama saya adalah AS, Kanada, atau Eropa untuk mendapatkan potensi penghasilan yang lebih optimal.
Pemanfaatan AI dengan Pipit AI
Membuat video AI saat ini sangat mudah. Saya menggunakan Pipit AI. Mengapa Pipit AI? Karena ini adalah produk dari CapCut. Saya sudah berlangganan CapCut Pro sejak lama dan saya tahu betapa game-changer-nya CapCut. Aplikasi ini membuat proses editing yang dulunya rumit di software seperti Adobe Premiere menjadi sangat mudah. Oleh karena itu, saya percaya pada Pipit AI dan fokus berlangganan premium di sana.
Memang ada banyak platform video AI lain seperti Grock atau Meta, tapi saya menyarankan Anda untuk memulai dengan Pipit AI karena alasan kepercayaan saya pada produk CapCut. Sejauh ini, Pipit AI mudah digunakan, dan meskipun tidak secanggih beberapa tools lain, saya tidak membutuhkan fitur yang terlalu rumit. Yang saya butuhkan adalah kemampuan untuk launch fast, fail fast. Harapannya, jika gagalnya cepat, saya bisa lebih cepat menemukan jalan keberhasilan.
Progres Proyek dan Hasil Riset
Proyek YouTube Shorts ini sudah berjalan tiga minggu. Saya telah melakukan studi kelayakan dan menemukan beberapa niche yang cocok, bahkan sudah mulai mendapatkan traction. Saya sudah memerintahkan tim saya untuk mencari 50 channel YouTube Shorts yang memiliki lebih dari 50 juta views. Ternyata banyak sekali! Saya mencoba menganalisis satu per satu, dan ini sangat realistis.
Salah satu contohnya adalah channel AI politics yang memiliki 160 juta views. Namun, saya tidak ingin bermain di ranah deepfake seperti ini karena risikonya sangat tinggi terkena takedown oleh YouTube. Mari kita hitung potensi pendapatan dari channel dengan 236 juta views dalam dua tahun (misalnya channel OSL dari 2023). Jika realistis, RPM untuk Shorts di luar negeri bisa sekitar $0.05. Dengan 236 juta views, dibagi 1000 (karena RPM adalah rate per miles), lalu dikalikan $0.05, hasilnya sekitar $11.800. Jika dikalikan kurs Rp15.000, angkanya bisa mencapai Rp177 juta dalam dua tahun. Ini berarti rata-rata sekitar Rp7 juta per bulan.
Angka ini tentu adalah rata-rata. Pada awal merintis, pasti tidak akan langsung mendapatkan uang. Butuh waktu, mungkin enam bulan pun sudah merupakan prestasi besar untuk mulai menghasilkan. Ini memerlukan modal awal untuk langganan platform atau gaji karyawan (jika ada). Dengan penghasilan sekitar Rp7 juta per bulan, itu cukup realistis untuk menggaji satu karyawan. Namun, kuncinya tetap pada nafas yang panjang.
Memilih Niche: Hindari Anak-anak dan Deepfake
Dari riset saya, ada berbagai niche seperti berita politik, motivasi, olahraga, hingga kartun. Niche anak kecil, yang seringkali berupa video AI sederhana seperti "kucing bermain bola", memang sangat banyak. Namun, saya tidak merekomendasikan niche ini. Penonton anak kecil cenderung tidak memiliki daya beli (purchasing power), yang berarti jumlah pengiklan untuk konten semacam itu juga terbatas. Selain itu, konten anak-anak juga rentan menyenggol kebijakan YouTube.
Saya juga sangat menyarankan untuk tidak bermain di area deepfake karena risiko takedown dari YouTube sangat tinggi, terutama untuk "altered content". Saya lebih cenderung ke arah konten CCTV atau animal CCTV yang disengaja menggunakan mode nightcam. Dengan begitu, jika ada orang yang mirip, tidak akan terlihat jelas identitasnya, sehingga mengurangi risiko.
Awal Perjalanan YTS Vlog
Saya sudah menjalankan proyek ini selama tiga minggu, dimulai dari studi kelayakan dan perencanaan. Saya sudah mulai mengunggah video di dua channel baru yang saya buat pada 31 Maret lalu. Salah satu channel tentang "nightcam" saja, sederhana sekali. Sejauh ini, salah satu video mendapatkan 3.900 views dan 18 subscriber dalam empat hari. Angka ini memang kecil untuk ukuran YouTube Shorts, tapi untuk awal, ini lumayan. Channel kedua saya fokus pada motivasi dengan karakter kartun lucu. Meskipun ditujukan untuk orang dewasa, belum banyak traction yang didapatkan (hanya belasan views).
Kesimpulan dan Langkah Selanjutnya
Sebagai kesimpulan dari riset dan pengalaman awal saya, ada beberapa saran jika Anda ingin mencoba mendapatkan uang dari YouTube Shorts:
- Satu Akun, Satu Niche: Jangan "palugada" seperti channel utama ghanirozaki.com saya yang memang membahas banyak hal seputar online (e-commerce, YouTube Shorts, AI video, dll). Fokuslah pada satu niche per akun.
- Hindari Deepfake: Ini sangat berisiko tinggi terhadap penutupan channel.
- Pilih Niche yang Aman: Contohnya seperti konten CCTV atau animal CCTV (mode nightcam) untuk menghindari masalah identitas.
Saya juga telah mengalokasikan satu karyawan untuk proyek ini, dengan gaji sekitar Rp3 juta per bulan, dan kami berlangganan Pipit AI. Jika Anda tertarik untuk mencoba Pipit AI, Anda bisa mendaftar dengan Google login. Ada kredit 120 per hari untuk mencoba, yang sangat cukup untuk memulai.
Vlog ini akan terus menyajikan laporan progres perjalanan saya setiap hari Rabu pukul 19.30 WIB. Berhasil atau tidak, kita lihat saja nanti. Yang jelas, perjalanan ini sudah dimulai. Semoga bermanfaat. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 Response to "Meluncurkan YTS Vlog: Strategi dan Peluang Mendapatkan Uang dari YouTube Shorts"
Posting Komentar