My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee
Beranda · Self-engineering · bisnis · Memoar · Review Buku · Thoughts · Tentang Saya ·

Strategi Produksi 100 Video Shopee & TikTok Sebulan Tanpa Pusing (Review Content Factory)

Strategi Produksi 100 Video Shopee & TikTok Sebulan Tanpa Pusing

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Teman-teman, kali ini saya ingin berbagi demo tools dan strategi baru tentang bagaimana cara membuat banyak video dalam waktu singkat. Kenapa ini penting?

Sejujurnya, saya sudah lama tidak bermain di TikTok karena alasan personal. Namun, belakangan ini saya mulai melirik kembali format video pendek. Alasannya sederhana: Shopee mulai sangat serius menggarap fitur video mereka. Indikasinya sudah lama terlihat, dan puncaknya adalah munculnya fitur "Shopee Video Ekstra".

Dulu, video didominasi oleh afiliator. Sekarang, bola ada di tangan seller. Di satu sisi, afiliator makin terdesak, tapi di sisi lain, ini kesempatan besar bagi kita para penjual untuk menambah exposure. Masalahnya, algoritma zaman sekarang—baik di Shopee (GMV Max) maupun TikTok—sangat haus akan data dan kuantitas.

Aturan Main Baru di Era AI

Tahun 2026 dan seterusnya, kecerdasan buatan (AI) akan semakin mengerikan. Sekarang saja, saya pribadi sudah susah membedakan mana foto hasil jepretan fotografer asli dan mana yang buatan AI. Video pun mulai menyusul dengan kualitas yang makin sulit dibedakan.

Dalam konteks jualan, algoritma marketplace "makan" dari konten video. Di Shopee, GMV Max sangat agresif terhadap lower funnel—orang yang sudah berinteraksi, melihat, atau mengklaim voucher dari konten kita. Pertanyaannya, bagaimana cara mengisi upper funnel agar orang masuk ke kolam kita?

Jawabannya adalah kuantitas.

"Satu konten adalah harapan. Sepuluh konten adalah coba-coba. Seratus konten adalah data."

Banyak seller yang sudah upload konten tapi belum benar-benar "bermain" konten. Kendalanya klasik: memikirkan konsep sendirian, proses syuting, editing yang memakan waktu, hingga akhirnya tidak konsisten. Baru jalan 3-7 hari, sudah berhenti.

Padahal, platform seperti TikTok sendiri menyarankan aliran kuantitatif. Bukan upload satu video lalu berharap viral, tapi upload yang banyak (tebar jala) untuk mendapatkan data. Dari 100 video, kita bisa melihat mana yang performanya bagus, lalu kita double down (seriusi) di pola yang berhasil tersebut.

Solusi: Content Factory

Membuat video dalam jumlah banyak itu tidak mudah. Karena itu, saya mengajak kawan saya, Sony Ramadan (Sony Profesional), untuk mendemokan sebuah solusi yang kami sebut Content Factory.

Mas Sony, yang juga pemilik brand parfum Fastisona, merasakan betul dilema ini. Dulu, pendekatan lama adalah menunggu ide datang, syuting manual, lalu edit satu per satu. Solusinya adalah mengubah cara kerja menjadi sistem produksi massal berbasis AI.

Bagaimana Content Factory Bekerja?

Content Factory bukanlah sekadar tools ajaib yang sekali klik langsung jadi 100 video sempurna. Ini adalah sebuah jasa atau sistem produksi yang menggabungkan berbagai teknologi AI (seperti Flux, Grok, Kling AI) dengan sentuhan editing manusia untuk menjaga kualitas.

Secara garis besar, proses di balik layarnya seperti ini:

  1. Foto Produk: Mengubah foto produk yang "asal-asalan" (misal difoto pakai HP di meja) menjadi foto profesional menggunakan AI.
  2. Generasi Video: Foto yang sudah bagus diubah menjadi video bergerak (image-to-video).
  3. Script & Storyboard: AI membantu menyusun naskah agar videonya punya alur cerita, bukan sekadar gambar bergerak acak.
  4. Editing & Mixing: Ini kuncinya. Hasil mentah AI disatukan, diberi efek transisi, voice over, dan musik oleh editor manusia agar enak ditonton.

Hasilnya? Video promosi yang layak tayang di Shopee Video atau TikTok tanpa kita perlu pusing memikirkan syuting dan sewa studio.

Penawaran Khusus: 100 Video Per Bulan

Program Content Factory ini didesain untuk Anda yang ingin fokus jualan dan tidak mau ribet urusan konten. Spesifikasinya adalah:

  • 100 Video Promosi per bulan.
  • Fokus pada 1-2 SKU (Produk) agar maksimal.
  • Variasi angle dan gaya (bisa pakai model AI atau produk saja).
  • Terima beres (video dikirim bertahap, 25 video per minggu).

Berapa investasinya? Untuk batch pertama ini, kami membuka harga promo di Rp3.000.000 (harga normal Rp5.000.000). Jika dihitung, jatuhnya hanya Rp30.000 per video. Jauh lebih hemat dan tidak memusingkan dibandingkan gaji tim konten kreator sendiri yang penuh drama.

Bonus Spesial (Tools Foto AI Lifetime)

Khusus untuk yang bergabung di batch awal ini, Mas Sony memberikan bonus tambahan yang sangat menarik: Akses gratis seumur hidup (lifetime) ke tools pengubah foto produk AI.

Jadi, jika Anda punya foto produk yang diambil asal-asalan, Anda bisa menggunakan tools ini sendiri untuk mengubahnya menjadi foto katalog yang estetik dan profesional. Biasanya akses ini dijual terpisah, tapi kali ini diberikan gratis.

Tertarik Mencoba?

Jika Anda merasa ini adalah solusi yang Anda butuhkan untuk mengejar algoritma Shopee dan TikTok, Anda bisa langsung menghubungi Mas Sony untuk mengamankan slot (terbatas untuk menjaga kualitas).

Silakan hubungi via WhatsApp di: 0813-9195-9999 (Sony Profesional).

Saran saya, di era sekarang, jangan habiskan energi untuk hal teknis yang bisa didelegasikan. Fokuslah pada strategi penjualan dan stok barang. Biarkan sistem yang bekerja untuk konten Anda.

Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di artikel berikutnya!

Bagikan :

Facebook Twitter

0 Response to "Strategi Produksi 100 Video Shopee & TikTok Sebulan Tanpa Pusing (Review Content Factory)"

Posting Komentar