My Sticky Gadget

Bajuyuli baju muslim anak perempuan
Beranda · Self-engineering · bisnis · Memoar · Review Buku · Thoughts · Tentang Saya ·

Penjualan Shopee Drop Setelah Keluar Program Gratis Ongkir: Pelajaran yang Saya Dapat

Penjualan Shopee Drop Setelah Keluar Program Gratis Ongkir: Pelajaran yang Saya Dapat

Belakangan ini saya ingin berbagi pengalaman sekaligus curhatan yang cukup menguras energi sebagai seller di Shopee. Bukan untuk menyalahkan siapa pun, tapi lebih ke refleksi pribadi dan semoga bisa jadi bahan pembelajaran bersama.

Awal Mula Masalah: Program yang Saya Tidak Pernah Daftar

Semuanya berawal sekitar pertengahan Desember. Tiba-tiba toko saya terkena potongan dari beberapa program seperti Gratis Ongkir Extra dan Shopee Live Extra, padahal saya merasa tidak pernah mendaftarkan diri ke program-program tersebut. Saya juga tidak pernah live, aktivitas saya murni main iklan saja.

Yang membuat saya heran, sebelumnya kondisi toko relatif stabil. Setiap hari hampir selalu ada pesanan, meskipun jumlahnya tidak besar. Namun sejak tanggal tersebut, potongan biaya terasa makin besar dan iklan mulai terasa boncos.

Komplain ke CS dan Dampaknya ke Toko

Akhirnya saya mengajukan komplain ke pihak Shopee. Jujur saja, saya cukup keras saat menyampaikan keberatan karena merasa dirugikan. Dari pihak CS, jawaban yang saya terima cenderung normatif, mengikuti SOP. Untuk keluar dari program memang bisa, tapi prosesnya tidak instan.

Yang mengejutkan, setelah proses komplain dan akhirnya saya dikeluarkan dari program tersebut, penjualan toko saya benar-benar drop. Bukan turun perlahan, tapi langsung nol. Selama beberapa hari tidak ada satu pun transaksi, padahal iklan tetap jalan dengan budget yang tidak kecil.

Traffic Ada, Penjualan Nol

Yang lebih membingungkan lagi, traffic ke produk sebenarnya masih ada. Artinya orang tetap melihat produk saya. Tapi entah kenapa, tidak ada yang checkout. Ketika saya bandingkan dengan toko lain yang menjual produk serupa, foto mirip, deskripsi kurang lebih sama, mereka bisa dapat ratusan penjualan, sementara saya nol besar.

Dari situ saya mulai berpikir, kemungkinan besar memang ada pengaruh besar dari keikutsertaan program-program internal Shopee terhadap visibilitas dan konversi.

Refleksi Pribadi tentang Sistem Marketplace

Pelajaran yang saya ambil secara pribadi, sepertinya sistem marketplace sekarang memang semakin mengarah ke pay to win. Strategi platform sangat fokus pada GMV dan profitabilitas perusahaan. Traffic diarahkan ke seller yang mau dan mampu ikut berbagai program, promo, dan subsidi.

Kalau dilihat secara makro, kondisi supply chain global juga sedang berubah. Banyak platform memotong jalur distribusi agar lebih efisien. Dampaknya, seller yang bukan produsen langsung atau yang modalnya terbatas akan terasa makin berat.

Apakah Harus Jadi Produsen?

Banyak yang bilang sekarang adalah masanya produsen. Tapi dari pengalaman pribadi, jadi produsen itu tidak selalu indah. Saya pernah berada di posisi itu dan justru merasa repot dengan urusan stok, operasional, dan drama lapangan. Saat ini saya lebih nyaman berada di posisi middle man, bekerja dari depan laptop, dan fokus ke sistem.

Nyatanya, sampai sekarang pun saya masih bisa bertahan meski sebagian besar modelnya dropship. Kuncinya ada di pemilihan produk, terutama produk tren, karena lebih mudah dijual tanpa harus menjadi yang paling sempurna.

Tentang Rekomendasi AI dari Shopee

Belakangan juga muncul rekomendasi dari sistem Shopee yang menyarankan perubahan judul dan kategori produk. Untuk saat ini, saya pribadi sering memilih menolak pop-up tersebut karena merasa belum tentu sesuai dengan positioning produk yang saya inginkan.

Apakah itu memengaruhi traffic atau tidak? Jujur saya belum punya data pasti. Mungkin ke depan perlu diuji, tapi sementara ini saya memilih berdasarkan pengalaman dan feeling sebagai seller.

Penutup

Kesimpulan dari semua ini, dunia jualan online sekarang jauh lebih kompleks dibanding beberapa tahun lalu. Apa yang dulu bisa jadi penghasilan sampingan, sekarang tidak selalu semudah itu untuk dijadikan sumber utama. Ada plus minus, ada yang berhasil scale up, ada juga yang akhirnya memilih kembali ke jalur kerja yang lebih stabil.

Bagi saya pribadi, yang terpenting adalah tetap adaptif, realistis, dan sadar posisi. Entah sebagai produsen, middle man, atau dropshipper, masing-masing punya tantangan sendiri. Tinggal kita pilih mana yang paling sesuai dengan kondisi dan mental kita.

Bagikan :

Facebook Twitter

0 Response to "Penjualan Shopee Drop Setelah Keluar Program Gratis Ongkir: Pelajaran yang Saya Dapat"

Posting Komentar