Ngitung Profit Online Shop: Omset Besar Belum Tentu Aman
Beberapa waktu terakhir ini saya kembali diingatkan satu hal yang sangat krusial dalam bisnis online shop: ngitung. Kedengarannya sepele, tapi dampaknya bisa sangat besar. Banyak seller terlenakan oleh paket yang keluar banyak dan omset yang kelihatan besar, tapi ketika ditanya profitnya berapa, jawabannya belum tentu tahu.
Bagi saya pribadi, tidak ngitung itu bukan berarti jelek. Tapi sayang sekali kalau tidak dilakukan, karena di situlah sebenarnya kita mengontrol uang. Lebih baik tahu lebih awal apakah profit kita bagus atau justru jelek, daripada baru sadar ketika kondisinya sudah terlanjur parah.
Performa Online Shop Saya dalam Seminggu Terakhir
Di tulisan ini saya ingin berbagi cerita soal performa online shop saya dalam time frame seminggu terakhir. Angkanya kurang lebih seperti ini: saya mengeluarkan sekitar 12 juta untuk iklan, lalu mendapatkan sekitar 2,7 juta. Perlu digarisbawahi, angka ini masih kotor.
Saya saat ini sudah full dropship, jadi tidak ada modal nyetok barang. Modal utama saya murni di iklan, bukan produksi atau stok. Setelah dikurangi admin fee, biaya dropship ke supplier, dan iklan, angka 2,7 juta ini adalah gross profit minus iklan. Bagi sebagian orang, ini mungkin sudah dianggap bersih. Tapi bagi saya pribadi, ini belum benar-benar bersih.
Kenapa Saya Anggap Belum Bersih?
Karena masih ada banyak biaya lain yang belum masuk hitungan, seperti gaji saya sendiri, gaji karyawan, kontrakan, internet, dan kebutuhan operasional lain. Alhamdulillah, saat ini saya sudah tidak punya beban depresiasi aset seperti mesin atau HP live, tapi tetap saja ada biaya rutin yang harus dihitung.
Kalau dilihat persentasenya, profit ini ada di kisaran 8% kurang sedikit. Besar atau kecil? Jawabannya relatif. Tergantung dibandingkan dengan apa, dan dibandingkan dengan peluang lain yang kita punya.
Bahaya Terbesar: Omset Besar Tapi Tidak Ngitung
Menurut saya, kondisi yang jauh lebih parah adalah ketika kita tidak pernah benar-benar ngitung. Terlenakan oleh omset besar, terlenakan oleh paket yang keluar banyak, tapi tidak tahu apakah sebenarnya kita untung atau tidak.
Kalau setelah dihitung ternyata profitnya bagus, alhamdulillah. Tapi yang gawat adalah ketika setelah dihitung ternyata profitnya kecil atau bahkan rugi. Justru di situlah fungsi ngitung: supaya kita bisa memperbaiki sebelum terlambat.
Perbandingan Jika Harus Nyetok Barang
Saya sempat membayangkan, bagaimana kalau model bisnis saya bukan dropship tapi harus nyetok. Dengan omset sekitar 60 jutaan seminggu, HPP-nya bisa sekitar 30 jutaan. Artinya, saya harus menyiapkan dana total sekitar 42 juta hanya untuk mendapatkan profit sekitar 2,7 juta dalam seminggu.
Buat saya pribadi, angka ini kecil sekali. Dengan modal sebesar itu, mungkin ada alternatif lain yang lebih masuk akal untuk dijalankan. Tapi kembali lagi, ini sangat tergantung kondisi masing-masing orang.
Main Portofolio Toko: Merah Jadi Hijau
Saya punya banyak toko, dan tidak semuanya performanya bagus. Ada toko yang seminggu bisa menghasilkan GPMI sekitar 1,2 juta dengan modal iklan 1,4 juta. ROI-nya hampir 100%. Tapi di sisi lain, ada juga toko yang masih minus, bahkan sampai ratusan ribu.
Bagi saya, cara paling realistis untuk menaikkan total profit bukan dengan memaksa toko yang sudah hijau jadi hijau plus, tapi dengan mengubah toko-toko yang merah menjadi hijau. Karena saya main portofolio dan tren, saya cukup percaya diri sebagian toko yang saat ini merah akan membaik ketika momentumnya datang, misalnya saat musim lebaran.
Inti dari Semuanya: Wajib Ngitung
Inti cerita saya sederhana: apa pun skala bisnisnya, ngitung itu wajib. Profit besar atau kecil itu relatif. Tapi kalau teman-teman punya alternatif usaha lain yang secara hitungan lebih baik, menurut saya patut dipertimbangkan.
Kalau tidak, ya pastikan pelan-pelan profitnya dinaikkan. Entah dengan efisiensi iklan, pemilihan produk, atau evaluasi toko yang terus merugi. Tulisan ini mungkin tidak solutif, tapi semoga bisa jadi bahan refleksi agar kita tidak sekadar mengejar omset, tapi juga benar-benar paham kondisi bisnis kita sendiri.

0 Response to "Ngitung Profit Online Shop: Omset Besar Belum Tentu Aman"
Posting Komentar