My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Misteri Iklan Shopee Tiba-Tiba Berhenti Jalan (Tidak Spending): Penyebab dan Solusinya

Misteri Iklan Shopee Tiba-Tiba Berhenti Jalan: Penyebab dan Solusinya

Pernahkah Anda mengalami kejadian yang cukup bikin pusing ini? Saldo iklan masih tebal, stok produk melimpah dan siap kirim, tapi performa iklan di Shopee tiba-tiba "tidur" atau tidak menyedot anggaran sama sekali.

Salah satu misteri terbesar di era algoritma GMV Max saat ini adalah ketika trafik berhenti mendadak tanpa peringatan. Kali ini, saya ingin membedah penyebab utama dan solusi praktis berdasarkan pengalaman dan diskusi dengan sesama praktisi seller di lapangan.

1. Target ROAS Terlalu Tinggi (Tidak Realistis)

Ini adalah penyebab yang paling sering saya temukan. Kita perlu memahami bahwa algoritma GMV Max didesain dengan prinsip "anti-boncos".

Jika Anda menargetkan ROAS (Return on Ad Spend) sebesar 10, namun algoritma memprediksi atau melihat data historis bahwa produk Anda sejauh ini hanya mampu mencapai ROAS 5, maka iklan akan otomatis berhenti jalan.

Logika Algoritma: Shopee seolah "menyerah" mencarikan pembeli karena merasa tidak sanggup memenuhi target efisiensi yang Anda minta. Daripada menghabiskan uang tapi target tidak tercapai, sistem memilih untuk tidak menayangkan iklan sama sekali.

Solusi: Coba turunkan sedikit target ROAS Anda agar iklan kembali berjalan, atau biarkan saja jika Anda memang idealis dan tidak mau kompromi soal profit margin.

2. Funnel Belum Terbentuk (Data Masih "Mentah")

Iklan GMV Max bekerja sangat kuat berdasarkan data retargeting (menargetkan orang yang pernah berinteraksi). Jika produk Anda kekurangan data di lower funnel—seperti Add to Cart atau klaim voucher—iklan akan kesulitan mencari target yang tepat.

  • Kasus Umum: Produk baru l aunching yang langsung ditembak dengan settingan iklan ROAS tinggi seringkali tidak jalan.
  • Indikator: Cek jumlah Add to Cart (ATC). Jika ATC sangat sedikit atau bahkan nol, jangan berharap iklan akan jalan kencang.

Solusi: Gunakan fase GMV Max "Auto" terlebih dahulu untuk mencari data atau istilahnya "membeli funnel". Anda juga bisa menyebar link produk di media sosial untuk memancing interaksi awal.

3. Sedang Fase "Tidur" atau Retargeting

Saya menyarankan agar tidak melihat performa iklan hanya secara harian. Algoritma seringkali memiliki siklus kerjanya sendiri. Ada kalanya iklan "tidur" selama beberapa hari karena sistem sedang mengumpulkan kolam audiens untuk di-retargeting di kemudian hari.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa penjualan hari ini seringkali adalah hasil dari klik iklan 3 sampai 7 hari yang lalu. Jika hari ini iklan terasa tidak jalan, bisa jadi karena algoritma sedang menunggu konversi dari klik-klik sebelumnya terjadi.

Saran Saya: Evaluasi performa iklan per 7 hari atau 30 hari, jangan mudah panik melihat data harian yang fluktuatif.

4. CTR (Click Through Rate) Anjlok

Jika Anda baru saja mengganti foto produk atau judul, dan tiba-tiba iklan berhenti, kemungkinan besar CTR Anda turun drastis.

Jika orang melihat iklan Anda tapi tidak melakukan klik (CTR rendah, misalnya di bawah 1%), Shopee akan menganggap iklan tersebut tidak relevan bagi pembeli dan perlahan berhenti menayangkannya.

Solusi: Kembalikan ke foto lama yang sudah terbukti winning atau lakukan tes foto baru yang lebih menarik secara visual.

5. Masalah "Jatah" Trafik dan Giliran

Di dunia marketplace, ada fenomena unik yang sering disebut "cungkat-jungkit". Ketika satu toko atau produk sedang naik trafiknya, produk lain seringkali turun meskipun settingannya tidak diubah sama sekali. Ini sering disebut sebagai "giliran" atau "jatah" trafik dari Shopee.

Dalam diskusi seller, ada solusi ekstrem yang terkadang dilakukan, yaitu strategi Friend Order (FO). Tujuannya adalah untuk "membangunkan" algoritma. Dengan adanya transaksi buatan yang tercatat di iklan, ROAS akan melonjak sesaat dan memancing algoritma untuk menyebarkan iklan kembali. Namun, tentu cara ini memiliki risiko tersendiri dan harus dilakukan dengan hati-hati.

6. Produk Kehilangan Momentum (Downtrend)

Terakhir, perhatikan jenis produk Anda. Jika Anda menjual produk musiman (seperti jas hujan di musim kemarau atau baju lebaran setelah Idul Fitri) dan musimnya sudah lewat, iklan akan otomatis berhenti spending.

Hal ini terjadi karena demand (permintaan) pasar memang sudah hilang. Memaksakan iklan di kondisi ini hanya akan membuat anggaran Anda boncos tanpa hasil.


Kesimpulan

Jika iklan tidak jalan, jangan buru-buru menaikkan bid atau budget secara membabi buta. Cek dulu apakah target ROAS Anda terlalu tinggi dibandingkan realita di lapangan, atau apakah produk Anda kehilangan daya tarik (CTR/ATC rendah).

Terkadang, mendiamkan iklan tersebut selama 3-5 hari adalah solusi terbaik agar algoritma melakukan penyesuaian sendiri. Semoga pengalaman ini bisa membantu strategi iklan toko Anda kedepannya!

0 Response to "Misteri Iklan Shopee Tiba-Tiba Berhenti Jalan (Tidak Spending): Penyebab dan Solusinya"

Posting Komentar