My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee
Beranda · Self-engineering · bisnis · Memoar · Review Buku · Thoughts · Tentang Saya ·

Bandung Lautan Seller: Menjaga Kewarasan dan Solidaritas di Tengah Badai E-Commerce 2026

Bandung Lautan Seller: Seruan "Perang" Melawan Ketidakpastian E-Commerce

Di tengah gempuran biaya admin marketplace yang terus merangkak naik, persaingan harga yang kian tidak masuk akal, dan dinamika algoritma yang membingungkan, saya melihat sebuah inisiatif baru lahir dari jantung kota Bandung. Inisiatif tersebut diberi nama Bandung Lautan Seller (BLS).

Bagi saya, ini bukan sekadar acara kumpul-kumpul biasa. BLS saya pandang sebagai momentum kebangkitan solidaritas para pelaku usaha online. Diinisiasi oleh Ghani Rozaqi, pendiri komunitas MBGR (Mentoring Bisnis Gratis), gerakan ini membawa semangat "Dari Seller Untuk Seller" untuk menghadapi tantangan ekonomi digital yang semakin menantang di tahun 2026 ini.

Latar Belakang: Mengapa Saya Merasa Kita Harus Berkumpul?

Istilah "Bandung Lautan Seller" diambil sebagai metafora perjuangan. Jika dulu para pahlawan berjuang mempertahankan wilayah, kini saya merasa kita sebagai seller harus berjuang mempertahankan "kewarasan" bisnis masing-masing.

Dalam berbagai sesi diskusi di MBGR (khususnya saat FGD #166), saya menangkap keresahan mendalam dari teman-teman penjual. Mulai dari margin yang kian tipis, isu pajak, hingga ketergantungan pada marketplace yang dirasa semakin menekan. Banyak dari kita yang merasa sendirian menghadapi "badai" ini.

"Jualan di 2026 akan lebih berat. Biaya makin naik. Permainan makin keras. Kalau kamu masih pakai strategi yang sama... siap-siap tertinggal."

Oleh karena itu, saya melihat BLS hadir bukan sebagai seminar teoritis, melainkan sebagai wadah konsolidasi kekuatan antar sesama pemain lapangan.

Transformasi Konsep: Dari Megah Menjadi "Nongkrong Akbar"

Perjalanan menuju BLS ini jujur saja tidaklah mulus. Awalnya, panitia merencanakan acara yang cukup megah dengan mengundang pembicara papan atas. Namun, realitas di lapangan berkata lain. Adanya keterbatasan anggaran dan kendala teknis—termasuk insiden uang muka (DP) gedung Bikasoga yang sempat bermasalah—memaksa panitia untuk memutar otak.

Alih-alih membatalkan acara, saya sangat mengapresiasi keputusan panitia yang justru kembali ke "ruh" asli komunitas MBGR: Kesederhanaan dan Kebersamaan.

Konsep acara diubah total menjadi "Nongkrong Akbar". Tidak ada janji manis materi "daging" atau seminar motivasi yang membosankan. Fokus utamanya adalah networking, berbagi keluh kesah, dan mencari solusi praktis antar sesama penjual secara langsung.

Seperti yang ditegaskan oleh Ghani Rozaqi, acara ini murni tempat nongkrong. Jika berharap mendapatkan tips jitu instan untuk menaikkan omset, mungkin bukan di sini tempatnya. Ini adalah ruang untuk saling menguatkan.

Detail Pelaksanaan Acara

Bagi teman-teman yang ingin bergabung, acara ini akan dilaksanakan pada:

  • Hari/Tanggal: Kamis, 15 Januari 2026
  • Lokasi: Rumah Makan Ponyo, Cileunyi, Bandung
  • Konsep: Sharing Session, Networking, dan Solidaritas

Meskipun konsepnya disederhanakan, saya melihat antusiasme peserta tidak surut. Semangat solidaritas inilah yang membuat acara tetap berjalan meski tantangan menghadang.

Visi ke Depan: Membangun "Safety Net"

Lebih dari sekadar acara satu hari, saya berharap Bandung Lautan Seller menjadi tonggak awal terbentuknya asosiasi atau paguyuban seller yang lebih solid. Tujuannya jelas: agar kita memiliki daya tawar (bargaining power) di hadapan platform marketplace dan regulator.

Selain itu, ini adalah ajang untuk membuka wawasan baru di luar marketplace, seperti transisi ke pasar B2B, membangun brand sendiri, hingga kolaborasi lintas industri demi menjaga keberlangsungan bisnis kita semua.

Bagi saya dan para seller yang lelah berjuang sendirian di balik layar monitor, Bandung Lautan Seller adalah panggilan untuk keluar dan bertemu kawan seperjuangan. Saya yakin, sukses dan berkembang itu bisa kita lakukan sama-sama.

Bagikan :

Facebook Twitter

0 Response to "Bandung Lautan Seller: Menjaga Kewarasan dan Solidaritas di Tengah Badai E-Commerce 2026"

Posting Komentar