My Sticky Gadget

Bajuyuli baju muslim anak perempuan
Beranda · Self-engineering · bisnis · Memoar · Review Buku · Thoughts · Tentang Saya ·

Garansi Harga Terbaik Adalah Candu: Pengalaman Saya Hampir Terjebak Order Banyak tapi Boncos

Garansi Harga Terbaik Adalah Candu

Kali ini saya ingin berbagi cerita pengalaman pribadi tentang satu hal yang cukup lama saya jalani di Shopee, yaitu ikut program garansi harga terbaik. Dari luar kelihatannya menarik, traffic tinggi, orderan banyak, dashboard terlihat cantik. Tapi setelah dijalani cukup lama, saya mulai sadar kalau buat saya pribadi, ini justru jadi candu.

Bukan candu dalam arti positif, tapi candu yang bikin saya terus ngejar traffic dan order, sambil mengorbankan hal paling penting: profit dan kewarasan.

Kenapa Garansi Harga Terbaik Terasa Menarik?

Saya akui, dari sisi angka kelihatan sangat menggoda. Ketika ikut garansi harga terbaik, traffic naik, conversion naik, dan paket yang dikirim bisa banyak. Sebagai dropshipper, saya sempat merasa ini menyenangkan. Rekapan order jadi ramai, file PDF-nya banyak, vendor pun senang karena orderan mereka meningkat.

Dashboard iklan juga terlihat cantik. Order banyak, angka terlihat hidup. Tapi masalahnya, di balik itu semua, profitnya justru mulai menipis, bahkan sering kali minus.

Saya Sampai Bikin Tools Sendiri

Saking seringnya ngitung, saya bahkan sampai bikin tools sendiri untuk menghitung harga langsung dari browser. Jadi enggak perlu lagi buka Excel atau kalkulator manual. Tinggal masukin admin fee Shopee, biaya per pesanan, HPP, dan langsung kelihatan hasilnya.

Secara pricing, sebenarnya saya sudah di kisaran 1,8 sampai 2,5 kali HPP. Tapi karena terus memantau garansi harga terbaik, saya sering berpikir, “Kalau masih masuk, kenapa enggak sekalian ambil traffic-nya?”

Awalnya saya merasa enggak apa-apa profit tipis, plus minus dikit juga enggak masalah, yang penting dapat traffic. Harapannya bisa cross-sell. Tapi kenyataannya, cross-sell yang diharapkan itu hampir enggak terasa dampaknya.

Order Banyak, Tapi Profit Tipis Bahkan Minus

Saya sempat ikut garansi harga terbaik cukup lama. Untuk salah satu produk, dalam periode tertentu orderannya bisa sampai puluhan bahkan mendekati seratus jika digabung dengan toko lain. Vendor senang, paket banyak, saya juga sibuk rekap.

Tapi setelah saya hitung ulang dengan lebih jujur, profitnya ternyata sangat tipis. Bahkan di beberapa fase, hasil akhirnya minus. Saya sudah bayar iklan, masih harus tanggung risiko komplain, COD gagal, dan problem lain yang muncul setelah order.

Saya sempat coba menaikkan target ROAS ke angka yang lebih tinggi supaya ada sisa profit. Hasilnya memang ada profit, tapi tetap tipis. Tidak sebanding dengan energi, stres, dan modal yang dikeluarkan.

Keluar dari Garansi Harga Terbaik

Akhirnya saya memutuskan untuk cabut dari garansi harga terbaik. Saya tetap menjalankan iklan dengan target ROAS tertentu, tanpa harus ikut perang harga. Hasilnya cukup mengejutkan.

Dalam seminggu terakhir, order memang lebih sedikit dibanding saat ikut garansi harga terbaik. Tapi profit bersih setelah dikurangi iklan dan admin fee justru lebih besar dibandingkan satu bulan penuh sebelumnya saat saya ngejar paket dan traffic.

Buat saya, ini titik balik. Lebih baik order sedikit tapi jelas untung, daripada order banyak tapi ujung-ujungnya minus.

Belajar Mengubah Mindset

Dulu mindset saya sederhana: yang penting jualan, soal profit nanti belakangan. Sekarang saya mulai mengubah pola pikir. Bukan lagi “profit atau enggak yang penting jalan”, tapi “profit layak atau mending enggak jualan sekalian”.

Apalagi menjelang momen ramai seperti Lebaran. Menurut saya pribadi, di masa seperti itu lebih masuk akal untuk kejar profit, bukan kejar paket. Pasar sudah tinggi, persaingan ketat, dan perang harga justru makin berbahaya.

Garansi Harga Terbaik Tidak Cocok untuk Semua Orang

Saya yakin ada yang main garansi harga terbaik dan tetap profit besar. Itu sangat mungkin, terutama kalau posisinya langsung dari produsen atau punya struktur biaya yang jauh lebih efisien. Tapi buat saya yang full dropship dan ada satu layer tambahan, skema ini sudah enggak masuk akal lagi.

Paket memang banyak, supplier senang, tapi saya sendiri enggak waras dan enggak menikmati hasilnya. Sekarang saya memilih jalan yang lebih tenang, lebih masuk akal, dan lebih berkelanjutan.

Penutup

Buat saya, garansi harga terbaik adalah candu. Terlihat manis di awal, tapi pelan-pelan menggerus profit dan energi. Cerita ini bukan untuk menggurui, hanya pengalaman pribadi yang mungkin relevan buat sebagian orang.

Kalau teman-teman merasa mengalami hal yang sama, mungkin ini saatnya berhenti sejenak dan hitung ulang dengan jujur. Bagi saya, lebih baik untung kecil tapi sehat, daripada rame tapi boncos.

Bagikan :

Facebook Twitter

0 Response to "Garansi Harga Terbaik Adalah Candu: Pengalaman Saya Hampir Terjebak Order Banyak tapi Boncos"

Posting Komentar