" " Nothing Worse in Life Than Being Ordinary | GAROBLOGZ inline_google_font_css example
Bajuyuli baju muslim anak perempuan

Nothing Worse in Life Than Being Ordinary

Kalau anda adalah orang yang sering ber-email dengan saya tentu tahu bahwa judul artikel ini merupakan signature email saya. Secara harafiah arti dari nothing worse in life than being ordinary adalah tiada yang lebih buruk selain menjadi orang yang biasa saja. Quotes ini saya dengar pertama kali dari film American Beauty (1999), quotes yang bagus saya pikir. Mulai sejak itu dan sampai sekarang, quotes itu menjadi motto hidup saya.

Quotes tersebut saya maknai menjadi dua hal besar, jadilah berbeda dan jangan ikut-ikutan.

Jadilah Berbeda

Sudah menjadi obsesi dalam hidup saya kalau saya ingin  menjadi pusat perhatian. Pusat perhatian yang saya maksud tentu dengan prestasi yang membanggakan, membanggakan orang tua, membanggakan diri sendiri,
dan membanggakan masyarakat. amin.

Kalau anda sadar, orang yang berani menjadi beda akan selalu menjadi pusat perhatian. Berpikir berbeda bisa kita artikan sebagai orang yang kreatif. Orang-orang kreatif adalah orang yang berani mendobrak kebiasaan, sehingga dia menjadi lebih berharga dibandingkan orang lain.

Contoh sederhananya adalah (alm.) Bob Sadino, dia berbeda. Ia populer, semua orang tahu, dan ia kreatif!

Jika kita sudah mendapatkan perhatian orang, jalan kita untuk menjadi lebih berkembang semakin terbuka. Misalnya anda adalah seorang pegawai yang memilki pandangan berbeda dengan orang-orang di kantor anda, tentu boss anda akan memperhatikan anda, jika anda baik menurut boss, karier anda akan mudah berkembang. Sebaliknya jika anda hanya sama seperti karyawan lain, boss mungkin tidak mengenal anda, dan perkembangan karier pun hanya sebatas impian.

Jangan Ikut-Ikutan

Ikut-ikutan adalah perilaku yang sangat saya hindari. Saya biasa menyebut orang yang terkungkung oleh pola pikir seperti ini adalah kaum follower. Kaum follower ini sangat takut sekali membayangkan cibiran orang, dan selalu mencari aman dalam segala keputusan hidupnya. 

Kaum follower biasa mengeluarkan kata-kata seperti ini:
  • Bagaimana nanti kata orang?
  • Biasanya seperti itu kok...
  • Menurut orang-orang emang harus gini..
Kaum follower ini adalah kaum yang tidak merdeka, karena mereka hanya memusatkan perhatian mereka terhadap orang lain. Padahal manusia adalah makhluk berfikir yang bisa memilah mana yang baik dan mana yang buruk. 

Jika ternyata kita memutuskan hal yang berbeda dengan orang lain dan keputusan itu ternyata salah, ini wajar saja terjadi karena kita semua tentu pernah salah. Jika kita tidak berbuat salah kita tidak akan pernah belajar. Bukankah seorang bayi pernah jatuh ketika belajar berjalan?

Tidak menjadi kaum follower bukan berarti anda harus selalu memilki pandangan yang tidak sama dengan orang lain, melainkan kita harus bisa memilah mana yang benar menurut kita sendiri, bukan mendasar kepada "apa kata orang?". Jika ujung-ujungnya pandangan anda sama dengan orang lain, itu bukan dari perilaku ikut-ikutan, melainkan perilaku sebagai manusia yang merdeka.

sumber gambar: www.quotesandmovies.com