Halo, teman-teman! Kali ini, saya ingin mengajak Anda untuk melakukan riset bersama mengenai setelan anak yang sedang populer di pasar e-commerce. Kategori ini menarik karena banyak pemain dan, menurut saya, memiliki potensi margin keuntungan yang cukup tebal. Bahannya seringkali terjangkau, dan harga jualnya bisa sangat bervariasi, seringkali dipengaruhi oleh emosi para ibu yang berbelanja.
Memang benar, biasanya ibu-ibu yang membeli setelan anak. Saya pribadi hanya pernah membelikan baju bola untuk anak saya, selebihnya sang ibu yang lebih aktif, dan seringkali keputusan belanja mereka sangat impulsif. Oke, mari kita mulai pencarian untuk setelan anak.
Mulai dari Kategori, Bukan Hanya Pencarian
Saya memulai riset dari kategori spesifik, misalnya “setelan anak laki-laki” atau “pakaian muslim setelan anak laki-laki” di Shopee. Setelah itu, saya akan menyaring berdasarkan “Terlaris” untuk melihat produk-produk yang paling banyak terjual. Namun, sekadar “terlaris” saja tidak cukup. Penting untuk melihat kapan produk tersebut diunggah. Jika sudah setahun lalu, kemungkinan besar sulit bersaing karena kompetitornya sudah banyak.
Saya mencari produk yang baru diunggah. Dengan menggunakan tool saya, terlihat tanda biru yang menunjukkan tanggal unggah produk. Misalnya, ada produk yang baru diunggah 4 bulan lalu dan sudah menunjukkan penjualan yang signifikan, terutama yang bertema karakter seperti Sonic, Ror, Labubu, Kuromi, atau Spider-Man. Karakter kartun memang sangat mendongkrak penjualan setelan anak.
Menganalisis Penjualan dan Produk
Metode saya adalah mencari produk yang setidaknya terjual 30 unit dalam sebulan. Saya menemukan beberapa produk menarik, salah satunya “Daily Chub” yang berhasil menjual 666 unit dalam sebulan. Padahal, desainnya terlihat sederhana, seperti setelan combat basic spring series.
Yang menarik, toko ini bukan toko Star atau Star Plus, namun penjualannya sangat tinggi. Saya mencoba mencari tahu lebih lanjut tentang toko ini, bahkan menelusuri akun Instagramnya, namun tidak ditemukan. Ini bisa jadi indikasi adanya afiliator yang sangat aktif atau strategi lain yang belum saya pahami. Saya juga menemukan “JT Kids” yang menjual “My Mind Gue” dengan penjualan 5.038 unit dalam 10 hari! Ini luar biasa, meskipun saya pribadi kurang familiar dengan tren “My Mind Gue” ini karena saya jarang mengikuti media sosial selain YouTube Shorts.
Tren motif printing ternyata masih sangat digemari, dengan harga yang cukup terjangkau. Secara pribadi, jika saya harus memproduksi sendiri dengan harga serendah itu, akan sangat sulit karena memerlukan pembelian kain dalam jumlah besar dan ongkos jahit yang sangat murah, sehingga tidak masuk akal secara bisnis.
Strategi Berdasarkan Harga dan Musim
Saya menyadari pentingnya menyesuaikan riset dengan kemampuan kita bermain di segmen harga berapa. Jika Anda ingin fokus pada harga Rp100.000 ke atas, kita bisa langsung saring dan hilangkan toko-toko Shopee Mall, fokus pada Star Seller atau Star Plus. Saya menemukan produk paket “10 pcs seharga Rp100.000” yang menunjukkan harga sudah sangat tertekan di kategori ini. Paket bundling seperti ini seringkali sulit untuk dijadikan acuan riset produk tunggal.
Saya juga mengamati setelan anak dengan desain kasual seperti kaos, seringkali dengan sablon “Hello Summer Chill Spring”. Ini masuk akal karena pada Agustus-September adalah musim panas. Namun, karena sebentar lagi masuk musim hujan, mencari setelan lengan pendek akan sulit bersaing di kemudian hari.
Riset Setelan Anak Perempuan dan Tren Lain
Beralih ke setelan anak perempuan, saya menemukan kembali fenomena “MMG” (My Mind Gue) yang sangat populer. Selain itu, saya melihat toko “Dungdung Kids” yang saya ikuti sejak lama, mereka konsisten dan bagus dalam branding. Tren motif polkadot, knit rajut, leopard, dan motif bunga juga menunjukkan penjualan yang kuat untuk setelan anak perempuan.
Produk dengan motif bunga terlihat cukup menarik dan kemungkinan besar adalah produk impor, sehingga harganya lebih masuk akal. Ini adalah gambaran riset sederhana yang saya lakukan.
Filosofi R&D Saya: Prioritas di Riset dan Upload
Meskipun saya mungkin tidak akan memproduksi produk seperti ini, saya sangat menyukai aktivitas riset dan pengembangan (R&D) produk. Dalam perjalanan saya di Shopee, saya menghabiskan lebih banyak waktu di R&D dan proses upload produk. Porsi iklan saya jauh lebih kecil dibandingkan dua hal tersebut.
Saya tentu tetap menjalankan iklan dan menganalisisnya, tetapi tidak setiap saat. Namun, jika ada ide produk yang saya rasa potensial, saya akan langsung mencari, memvalidasi, mencari supplier untuk di-dropship, lalu mengunggahnya jika menemukan yang cocok.
Menurut saya, lebih bijaksana menghabiskan banyak waktu Anda di R&D daripada hanya di iklan. Untuk membantu Anda melakukan riset seperti yang saya lakukan, Anda bisa mengunjungi ghanirozaki.com, masuk ke “Tools Pamuka Seller”, dan beli “GRN Chrome Extension”.
Tool ini seharga Rp500.000 untuk seumur hidup, menjadikannya investasi yang sangat berharga. Dengan tool ini, Anda bisa melihat tanggal unggah produk dan berbagai fitur lain yang sangat membantu dalam riset. Jangan lewatkan kesempatan ini untuk meningkatkan efektivitas riset produk Anda!
Sekian dari saya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 Response to "Strategi Riset Produk Laris: Setelan Anak di Shopee ala Ghani Rozaqi"
Posting Komentar