My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee
Beranda · Self-engineering · bisnis · Memoar · Review Buku · Thoughts · Tentang Saya ·

Eksperimen Promo Ekstra Shopee Part 2: Mengoptimalkan Konversi dengan Voucher Mandiri

Saya melanjutkan eksperimen promo ekstra yang saya lakukan. Ini adalah bagian kedua dari eksperimen tersebut. Pada bagian ini, saya masih belum bergabung kembali dengan promo ekstra di toko yang sama. Terakhir saya merekam adalah pada tanggal 11 September, dan sekarang, tanggal 21 September, saya membuat rekaman baru ini.

Mari kita lihat performa toko. Ternyata ada kenaikan yang cukup signifikan. Saya sempat lupa performa produk di rekaman pertama, namun sekarang, dalam 7 hari terakhir, performanya naik pesat. Ini kabar baik. ATCR mencapai 2,193, dengan konversi 1,67% dari sebelumnya 13%. Ini bagus sekali. Saya merekam data ini dan akan saya jelaskan apa saja yang saya lakukan. Data ini diambil pada 21 September 2026.

Kemudian, saya juga akan melihat performa iklan selama 7 hari terakhir. Ternyata, iklan mulai menghabiskan anggaran besar. RAS (Return on Ad Spend) memang belum mencapai target. Saya menyimpan tangkapan layar ini untuk referensi nanti.

Terkait iklan, saya membuat kampanye iklan baru sekitar tanggal 10 atau 11 September. Hasilnya cukup menarik. Saya menetapkan target RAS sekitar 9-10, dengan net RAS di angka 4-5. Saat ini, saya mendapatkan net RAS di angka 4. Saya biarkan dulu karena ATCR terus bertambah, bahkan mencapai 21%.

Saya juga mengaktifkan voucher spesial toko. Saya tidak ingat persis kapan saya mengaktifkannya, tapi yang jelas di bagian pertama eksperimen, saya tidak menggunakan voucher ini. Promo ekstra saya masih belum aktif, hanya gratis ongkir ekstra saja.

Selain itu, saya juga membuat voucher mandiri yang diperbarui setiap 3 jam sekali. Setelah melakukan perhitungan, saya menemukan bahwa toko saya sering mendapatkan voucher dari Shopee senilai sekitar Rp 25.000 (rentang Rp 20.000 hingga Rp 30.000) saat ikut promo plus. Jadi, saya memutuskan untuk membuat voucher dengan nominal yang sama. Voucher ini diset untuk diperbarui secara otomatis setiap 3 jam menggunakan BigSeller, sebuah platform yang sangat memudahkan proses ini dibandingkan manual. Jika Anda belum mendaftar BigSeller, Anda bisa menggunakan tautan afiliasi yang saya sediakan.

Kita lihat data klaim voucher per 3 jam ini. Tidak semua voucher diklaim, dan hanya sedikit yang berujung pada penjualan, mungkin sekitar 1-3 klaim. Harapan saya adalah ada pembeli yang melakukan checkout tanpa menggunakan voucher. Oleh karena itu, saya membatasi penggunaan voucher hanya satu kali per pengguna dan masa berlakunya hanya 3 jam sebelum diperbarui. Logikanya, jika voucher selalu digunakan setiap 3 jam, kemungkinan besar dalam 24 jam akan ada satu atau dua pembeli yang membeli produk dengan harga normal, tanpa voucher. Momen ini sangat penting, terutama menjelang bulan puasa, mengingat produk yang saya jual adalah sejadah.

Voucher ini aktif setiap 3 jam, misalnya pada pukul 17:10, 20:15, 23:20, dan seterusnya. Secara keseluruhan, saya cukup puas dengan tingkat konversi, namun RAS saya masih di angka 5,58, yang berarti masih merugi. Target ideal RAS saya adalah 10, tetapi saat ini masih jauh dari angka tersebut.

Mari kita lanjutkan evaluasi. Pada tanggal 25 September, saya merekam data terakhir untuk eksperimen promo ekstra bagian kedua ini. Saya mengambil tangkapan layar performa toko selama 7 hari terakhir. Penjualan sebenarnya naik, namun tingkat konversi malah turun sedikit sebelum akhirnya naik kembali. Traffic pengunjung juga sedikit menurun.

Melihat performa iklan selama sebulan terakhir, trennya cenderung naik. Dalam seminggu terakhir ada perubahan; beberapa hari lalu performanya tidak optimal, namun kini kembali bagus dengan RAS 8,7 dalam seminggu dan 5,7 dalam 3 hari, bahkan lebih tinggi. Mungkin ini karena Peak Day (hari puncak penjualan).

Melihat data hari ini, tingkat konversi mencapai 4,03%. Performa ini naik signifikan dibandingkan saat terakhir saya merekam, yang hanya 1,67%. Omset saya bahkan lebih tinggi daripada saat awal saya keluar dari promo ekstra. Saya sempat khawatir Shopee mendaftarkan toko saya kembali ke promo ekstra secara otomatis.

Saya juga telah memeriksa pasar, dan ternyata permintaan untuk produk sejadah tebal empuk memang sedang meningkat. Sejak saya menghentikan promo ekstra, permintaan perlahan naik dari sekitar Rp 6.000 menjadi Rp 20.000 atau Rp 10.000 sebulan kemudian. Jadi, peningkatan penjualan saya memang wajar karena didukung oleh kenaikan permintaan pasar. Penting sekali untuk memantau permintaan produk Anda. Jika permintaan naik namun penjualan Anda tidak, berarti ada yang salah. Sebaliknya, jika permintaan turun, jangan memaksakan penjualan. Di Shopee, sulit untuk memaksakan penjualan, kecuali jika Anda fokus pada branding.

Kembali ke data tadi, peningkatan penjualan memang wajar. Namun, fokus utama eksperimen ini adalah pada tingkat konversi. Hipotesis saya adalah promo ekstra sangat memengaruhi tingkat konversi. Hingga saat ini, promo ekstra masih belum aktif di toko saya. Mengenai voucher, seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, saya menggunakan fitur 'bakar voucher' di BigSeller, membuat voucher senilai Rp 25.000 yang diperbarui setiap 3 jam. Saya memeriksa apakah voucher ini masih berjalan otomatis. Tampaknya ada beberapa yang diklaim dan digunakan, sekitar 1-2 kali. Iklan saya biarkan tanpa perubahan, dan promo ekstra memang sudah tidak aktif.

Saya terpaksa mengakhiri eksperimen ini lebih cepat dari yang direncanakan. Alasannya, pemasok saya menaikkan harga bahan baku sajadah busa dan kain rasfur sekitar Rp 30.000. Jika pemasok menaikkan harga sebesar itu, saya harus menaikkan harga jual hingga Rp 60.000. Kenaikan harga sebesar ini akan membuat hasil eksperimen promo ekstra menjadi tidak valid, karena akan ada terlalu banyak variabel yang berubah. Seharusnya, eksperimen hanya melibatkan satu variabel saja. Jadi, rekaman ini adalah yang terakhir, meskipun hari ini tanggal 27 September, dan rekaman terakhir saya sebelumnya adalah tanggal 25. Saya telah memeriksa kembali program toko saya, dan promo ekstra memang masih belum aktif.

Melihat data konversi, dalam 30 hari terakhir mencapai 3,19%. Namun, dalam 7 hari terakhir, tingkat konversinya juga 3,19%, yang berarti ada sedikit penurunan dibandingkan periode sebelumnya, sekitar 1%. Saya mencatat data ini pada 27 September 2026.

Iklan tidak saya sentuh sama sekali, saya biarkan berjalan seperti adanya. Dalam sebulan terakhir, RAS sekitar 5, dan seminggu terakhir mencapai 7. Sejujurnya, saya cukup optimis dengan perbaikannya, namun karena faktor kenaikan harga, eksperimen ini harus saya hentikan. Mari kita tinjau kembali data. Di bagian pertama eksperimen, setelah keluar dari promo ekstra, pada 11 September, tingkat konversi produk saya turun drastis menjadi 1,67% dan ATCR juga anjlok ke 13,39%. Di bagian kedua ini, saya tetap tidak ikut promo ekstra, namun saya melakukan sedikit penyesuaian pada iklan, meskipun tidak terlalu signifikan.

Strategi utama saya adalah membuat voucher mandiri senilai Rp 25.000 yang diperbarui setiap 3 jam. Nominal ini saya ambil dari rata-rata nilai voucher yang Shopee berikan kepada toko saya saat saya mengikuti promo ekstra sebelumnya. Proses pembuatan voucher yang diperbarui otomatis setiap 3 jam ini hanya bisa dilakukan melalui BigSeller; jika manual akan sangat merepotkan. Saya sangat merekomendasikan BigSeller. Saya sempat melihat data voucher, dan ternyata ada masalah: voucher saya berakhir pada 26 September. Ini menunjukkan bahwa BigSeller memiliki kelemahan, terkadang terjadi kegagalan dalam pembaruan otomatis karena masalah API. Meski begitu, metode ini cukup menjanjikan.

Sejujurnya, saya optimis metode voucher mandiri ini dapat mengembalikan tingkat konversi seperti saat saya bergabung dengan promo ekstra. Pada tanggal 21 September, dengan voucher 3 jam yang sudah berjalan, tingkat konversi naik signifikan menjadi 3,61%, atau lebih dari dua kali lipat. Lalu pada 25 September, naik lagi menjadi 4,03%. Namun, omset malah turun, yang mengindikasikan traffic pengunjung berkurang. Pada 27 September, dalam 7 hari terakhir, tingkat konversi kembali turun ke 3,19%. Saya menduga ini terjadi karena masalah pada voucher 3 jam yang tidak berhasil diperpanjang otomatis akibat masalah API.

Meski ada kendala, fitur voucher ini sangat bagus. Impression iklan di part 2 ini mencapai 12.000-14.000, lebih tinggi dari part 1 yang hanya 6.000-8.500. Dari studi kasus ini, bisa saya simpulkan bahwa promo ekstra tidak menurunkan traffic, dan kemungkinan besar juga menurunkan conversion rate. Alternatifnya, jika tidak ingin ikut promo ekstra, bisa menggunakan voucher mandiri yang diperbarui setiap 3 jam. Saya optimis dengan hasil metode ini, meskipun belum bisa diambil kesimpulan final karena eksperimen harus saya hentikan lebih awal akibat kenaikan harga.

Sebagai kesimpulan dari eksperimen ini:

  1. Promo ekstra tidak memengaruhi traffic pengunjung. Penting untuk diingat bahwa hasil ini mungkin berbeda di toko lain.
  2. Promo ekstra meningkatkan konversi. Jika tidak mengikuti promo ekstra atau promo ekstra plus, konversi cenderung menurun. Namun, ada alternatif dengan menggunakan voucher mandiri yang diperbarui setiap 3 jam. Metode ini cukup berhasil bagi saya, meskipun belum bisa saya simpulkan secara mutlak. Namun, setelah saya menaikkan harga produk, saya yakin tingkat konversi akan kembali turun, sehingga eksperimen ini tidak bisa dilanjutkan.

Terima kasih telah membaca.

Bagikan :

Facebook Twitter

0 Response to "Eksperimen Promo Ekstra Shopee Part 2: Mengoptimalkan Konversi dengan Voucher Mandiri"

Posting Komentar