My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Strategi Jualan Online: Produk Digital, Iklan Shopee, dan Afiliasi

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, teman-teman. Senang sekali bisa kembali berbagi dan berdiskusi seputar dunia bisnis online. Dalam kesempatan ini, saya ingin merangkum beberapa pertanyaan dan topik menarik yang muncul dalam sesi tanya jawab kita, mulai dari pengembangan produk digital, seluk-beluk iklan di Shopee, hingga strategi memanfaatkan afiliator.

Update Produk Digital dan Grup AI

Beberapa waktu lalu, ada pertanyaan mengenai perkembangan penjualan produk digital dan grup AI yang saya kelola. Setelah Lebaran, saya memang sempat sangat fokus di area produk digital, bahkan sampai merekrut tim untuk 'Bangkar'. Namun, saat ini saya sedang mengalihkan fokus sementara untuk agenda Agustusan. Rencananya, setelah Agustusan nanti, saya akan kembali menggenjot lagi karena saya yakin produk digital adalah masa depan yang menjanjikan.

Untuk grup AI, saya akui ada sedikit kelonggaran karena berbagai faktor internal. Tapi jangan khawatir, niat untuk mengurusnya dengan serius tetap ada, dan saya berencana untuk kembali aktif setelah Agustusan. Mohon doanya agar semua berjalan lancar.

Strategi Iklan Shopee: Grouping vs. Auto dan Metrik Penting

Pertanyaan menarik datang dari Mas Alvi Muhammad yang memiliki beberapa toko di Shopee. Ia bertanya tentang strategi iklan, apakah lebih baik menggunakan grouping atau auto. Pengalamannya, iklan grouping justru lebih berhasil, sementara saat beralih ke Gempi ROAS, iklan malah tidak jalan.

Saran saya untuk Mas Alvi, jika iklan grouping sudah terbukti efektif untuk toko Anda, teruskan saja. Ini adalah kasus yang sering saya temui, di mana grouping bisa bekerja sangat baik, dan ketika dipisah atau diubah strateginya, performa justru menurun. Jadi, jika Anda menemukan iklan grouping yang performanya bagus, daripada mematikan atau mengubah yang sudah bagus, lebih baik fokus menghapus iklan yang performanya kurang baik.

Kemudian, Mas Rian Siad menanyakan tentang metrik apa saja yang perlu diperhatikan untuk evaluasi iklan mingguan atau bulanan, terutama dengan munculnya sistem CPM (Cost Per Mille/Ribuan Impresi). Dulu, kita mungkin lebih fokus pada presentasi klik, tapi bagaimana dengan sekarang?

Menurut saya, sistem CPM ini masih belum sepenuhnya stabil dan diterapkan 100% di Shopee. Namun, jika suatu saat nanti sudah benar-benar diterapkan secara penuh, CTR (Click-Through Rate) akan menjadi metrik yang sangat krusial. Bayangkan, ada dua iklan dengan impresi yang sama, misalnya 10.000. Jika yang satu CTR-nya 2% dan yang lain hanya 0,01%, biaya iklannya mungkin sama, tapi hasilnya akan sangat jauh berbeda. Jadi, CTR akan menjadi indikator utama.

Jujur, saya melihat sistem iklan sekarang menjadi sedikit aneh, dan saya pribadi masih belum menemukan solusi pastinya. Dulu, kita bisa menghitung biaya per klik dengan lebih jelas. Sekarang, kadang biaya mahal tapi klik sedikit, atau sebaliknya. Saya pribadi cenderung mengabaikan CPM karena itu bukan variabel yang bisa kita kontrol. Fokuslah pada hal-hal yang bisa Anda kontrol, seperti ROAS. Jika kita membangun strategi berdasarkan hal yang tidak bisa kita kontrol, itu akan kurang efektif dan berisiko boncos lebih cepat.

Memanfaatkan Afiliator untuk Produk Fashion

Mas Cari Status yang menjual produk fashion di kisaran harga Rp80.000-Rp150.000 bertanya tentang cara memanfaatkan afiliator, selain hanya mengatur komisi. Apakah perlu menebar sampel gratis?

Sebenarnya, strategi afiliasi, baik untuk produk fashion maupun non-fashion, prinsipnya sama saja. Poin utamanya ada di pricing produk Anda. Jika produk sangat mahal, tentu tidak masuk akal untuk memberikan sampel gratis. Untuk produk fashion di rentang harga Mas Cari Status, jika afiliatornya serius dan profesional, mereka justru akan membeli produk Anda sendiri. Afiliator yang profesional itu sangat mengejar tren dan seringkali berinvestasi pada produk yang akan mereka promosikan.

Hampir semua afiliator di Shopee tidak memiliki pembeda khusus seperti wajah yang sangat menarik atau konten yang unik secara inheren. Mereka mengandalkan momentum dan kemampuan memanfaatkan tren yang sedang berlangsung. Jadi, fokuslah untuk mencari afiliator sebanyak-banyaknya. Untuk yang performanya bagus, rawatlah baik-baik agar mereka terus loyal.

Selain mengatur komisi, Anda juga bisa secara aktif mencari afiliator melalui fitur di Shopee (misalnya AMS) dan menghubungi mereka. Jika Anda menghubungi afiliator karena merasa produk Anda cocok dengan mereka, maka memberikan sampel bisa menjadi investasi yang baik. Namun, berdasarkan pengamatan saya, afiliator yang hanya sekadar meminta sampel biasanya bukanlah tipe yang serius dan profesional.

Semoga rangkuman diskusi ini bermanfaat bagi teman-teman semua dalam mengembangkan bisnis online Anda. Untuk lebih banyak insight dan artikel seputar strategi bisnis online, jangan lupa kunjungi ghanirozaqi.com.

0 Response to "Strategi Jualan Online: Produk Digital, Iklan Shopee, dan Afiliasi"

Posting Komentar