Bajuyuli baju muslim anak perempuan

The End of Marketing

Artikel ini merupakan rangkuman dari buku Sergio Zyman yang berjudul The End of Marketing (as we know it). Sergio Zyman adalah seorang pemasar professional yang terkenal karena kemerosotan merek New Coke di Amerika. Silahkan googling sendiri ya..

Buku ini saya dapatkan sebagai hadiah dan merupakan buku bekas orang lain, ketika saya mendapatkannya, saya menyangka pasti buku ini tidak menarik. Benar saja, buku ini memang tidak menarik bagi saya, apalagi ditambah terjemahannya yang kurang pas. Meskipun demikian tentu ada saja yang bisa diambil sebagai pembelajaran, maka dari itu saya membuat artikel ini.

Dalam buku ini, Zyman memaparkan pemasaran dari sudut pandangnya, mulai dari pemahaman sampai strategi pemasaran.

Arti Pemasaran

Menurut Zyman, pemasaran adalah tentang mengungkapkan rencana-renacana sistematis yang matang dan mengambil tindakan untuk membuat orang lebih banyak membeli suatu produk, dengan harapan produk tersebut bisa menguntungkan perusahaan.


Definisi yang sederhana, bahwa inti pemasaran adalah untuk mendapatkan keuntungan yang bertumbuh. Dengan demikian, semestinya sebuah perusahaan memandang kegiatan pemasaran sebagai investasi, bukan sebagai pengeluaran. Keberhasilan didapat jika semakin banyak kita melakukan pemasaran (ber-investasi) semakin banyak pula profit yang kita dapatkan, jika tidak demikian berarti gaya pemasaran anda mesti diubah.

Perubahan Pasar

Perubahan pasar adalah sesuatu yang pasti akan terjadi, sedangkan pemasaran produk anda belum tentu berubah, semua tergantung anda. Jika anda terus menggunakan metode yang sama dari waktu ke waktu, kematian produk anda tinggal tunggu waktu saja, ingat, pasar selalu berubah. Inovasi adalah hal yang mutlak dibutuhkan dalam melakukan pemasaran atau penjualan.

Dapat kita lihat produk-produk terkenal, mereka selalu mengubah cara mereka melakukan pemasaran. Contoh sederhananya anda bisa lihat Coca Cola, produk ini memiliki kemasan yang berubah-ubah dari waktu ke waktu. Hingga kini, Coca Cola masih menjadi raja di pasar softdrink.

Pasca Penjualan

Pasca penjualan adalah sesuatu yang sering dilupakan oleh pebisnis pemula di Indonesia, karena mereka sudah langsung terbuai dengan keberhasilan menjual suatu produk. Padahal, pasca penjualan adalah sesuatu yang sangat penting, karena akan menjaga reputasi kita kedepannya. Bukankah anda berbisnis untuk jangka panjang?

Pasca penjualan yang baik diantaranya adalah menjaga hubungan baik dengan pelanggan, siap menerima komplain, siap membimbing pelanggan, siap memberikan garansi, dlsb. Dengan dilakukannya pasca penjualan yang baik diharapkan pelanggan merasa senang dan akan membeli produk anda kembali kedepannya. Jika hal ini sudah berhasil dilakukan, pelanggan anda tersebut sudah bukan lagi mencari harga yang termurah, akan tetapi mengutamakan kenyamanan.

Menurut pengalaman saya, sounding mulut ke mulut masih menjadi hal yang paling efisien dalam promosi, meskipun kita sekarang berada di era yang persebaran informasi bisa dari internet. Dengan pasca penjualan yang baik, diharapkan pelanggan anda dapat menyebarkan kebaikan produk anda, dan anda mendapatkan promosi secara gratis!

Tidak Berjanji, Kasih Lebih

Sering saya membeli suatu produk yang menjanjikan ini itu, namun kenyataannya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Salah satu contohnya adalah provider internet, semua provider internet menawarkan sinyal yang stabil, namun setelah saya coba satu persatu, banyak sekali provider yang tidak stabil. Mereka berbohong dengan janji mereka. Saya kecewa, pasti anda pun akan demikian jika mengalami hal yang sama.

Sebaliknya, jika anda tidak dijanjikan apa-apa, tetapi anda mendapatkan yang lebih (bonus), tentu akan senang bukan? inilah salah satu strategi psikologis dalam pemasaran. Saya sering mengalaminya ketika membawa motor saya servis rutin, yang saya butuhkan adalah servis rutin saja, tapi terkadang saya mendapatkan motor saya sudah kinclong setelah servis. Mereka mencucinya setelah diservis, dan saya tidak membayar lebih! Hal ini memang tidak selalu terjadi, karena mereka memilki limit motor yang bisa dicuci atau tidak. Senangnya saya ketika itu terjadi pada saya, hingga sekarang saya terus berlangganan di tempat tersebut.

Strategi ini patut dicoba oleh semua pebisnis di Indonesia, janganlah banyak berjanji, akan tetapi kasihlah lebih daripada yang anda tawarkan.

Menangkan Persaingan

Semua produk di dunia ini pasti memilki pesaing dalam merebut pasar. Hanya produk yang menanglah yang akan tetap digangdrungi pasar. Zyman menawarkan cara-cara yang cukup sederhana.

Pertama adalah kenali pesaing anda, pelajari segala sesuatu tentang pesaing anda. Tentang siapa pemiliknya, bagaimana mereka melakukan pemasaran, bagaimana mereka melakukan produksi, bagaimana kualitas produk mereka, dlsb. Ini mutlak harus dilakukan, jika anda tidak mengenal siapa lawan anda, berarti anda belum siap dalam pertarungan.

Kedua adalah unggulkan produk anda dalam aspek yang sangat spesifik, tetapi pesaing anda lemah dalam hal itu. Ini mudah saja dilakukan, jika pesain anda tidak memiliki produk yang tahan lama, anda tinggal merubah produk anda lebih tahan lama dari pada produk saingan anda. Dengan aspek yang semakin spesifik, pelanggan anda akan mudah mengingat anda, sedangkan jika anda ingin memenangkan persaingan dalam banyak aspek, pelanggan akan bingung dan akan cenderung memillih yang memiliki reputasi lebih baik.


Semoga bermanfaat.

sumber gambar: www.ebook3000.com