Bajuyuli baju muslim anak perempuan

Cashflow Quadrant - Chapter III

Sampai juga di artikel terakhir dari rangkuman saya tentang buku Kiyosaki, Cashflow Quadrant. Ini adalah lanjutan dari rangkuman Chapter II: Cashflow Quadrant - Chapter II.

Chapter III ini berjudul Cara Menjadi "B" dan "I" yang Sukses. Menurut saya, ini lebih menggairahkan daripada Chapter II. Ide-ide Kiyosaki lebih dikembangkan lagi disini.

Cashflow Quadrant and my notes

Jangan Melakukan Kesalahan?

Sistem pendidikan formal kita pada umumnya mengajarkan kita untuk "Jangan melakukan kesalahan". Ada banyak orang yang memiliki nilai baik saat sekolah akan tetapi tidak baik dalam kehidupan, karena terbiasa takut untuk melakukan kesalahan. Kehidupan penuh dengan resiko, jika tidak mampu menghadapi resiko, kita hanya akan menjadi orang yang kalah. Mayoritas orang yang berada di sisi kiri kuadran menganggap bahwa kesalahan adalah sesuatu yang tabu.

Orang-orang yang berada di kuadran B dan I (sisi kanan kuadran) adalah orang yang sudah terbiasa melakukan kesalahan dan selalu melakukan evaluasi akan kesalahannya tersebut. Bagi mereka resiko adalah sesuatu yang harus dihadapi, bukan sesuatu yang harus dihindari.

Coba anda ingat-ingat teman anda yang juara kelas sewaktu SMA dulu. Jadi apakah mereka sekarang? Adakah yang sukses di kuadran B dan I?

Terlahir Miskin

Sering kita dengar atau kita baca tentang seseorang yang dulu miskin namun sekarang kaya raya. Kisah mereka sungguh inspiratif buat kita semua. Dari seluruh orang tersebut dapat ditarik suatu persamaan kualitas hidup, yakni:
  1. Mereka memiliki visi serta rencana jangka panjang
  2. Mereka percaya akan mendapatkan hasil suatu saat kelak
  3. Mereka terus menerus menggandakan apa yang mereka punya, contohnya selalu meng-investasi-kan lagi keuntungan dari investasi mereka
Orang-orang yang terlahir kaya dan jatuh miskin memilki kualitas yang berkebalikan dari 3 poin di atas.

Ketiga sifat di atas menuntun kita agar terus berproses menggapai kebebasan finansial, semua butuh proses, seperti pepatah bilang "berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian". Sebaliknya jika anda adalah orang yang berpandangan hidup "ingin cepat kaya", hanya keberuntungan-lah yang dapat menolong anda.

Cashflow Pribadi

Di artikel sebelumnya (Cashflow Quadrant - Chapter II), saya menulis bahwa jika anda mampu membaca angka, maka anda sudah dalam perjalanan menuju orang kaya. Langkah selanjutnya adalah anda harus merencanakan keuangan anda sejak sekarang. Apakah anda sudah memiliki cashflow pribadi? Tentukan target gapaian anda dalam beberapa tahun kedepan, dan tentukan rencana pemasukan anda kedepan.

Menurut ayah kayanya Kiyosaki, "lebih banyak uang tidak menyelesaikan masalah, kalau problemnya adalah pengelolaan cashflow". Kendalikan cashflow anda sesuai dengan yang anda inginkan, tentunya mengacu kepada rencana anda kedepannya. Perencanaan yang buruk hanyalah membuat penghasilan anda mampir sesaat di kantong anda, sedangkan perencanaan yang baik adalah jika anda mampu mengubah penghasilan anda menjadi aset berharga. Perlu diingat, orang kaya mementingkan aset, sedangkan orang miskin mementingkan gaji.

Kiyosaki diajarkan ayahnya untuk memilki aset real-estate. Ayah kayanya Kiyosaki mengajarkan, "berhutanglah untuk memiliki aset dan buat orang lain membayar cicilannya". Sebagai contoh, jika anda mulai untuk mencicil suatu rumah, carilah orang yang mau mengontrak rumah anda tersebut dengan harga yang lebih dari cicilan anda.

Ada Masalah, Ada Peluang

Orang-orang di kuadran B dan I merupakan orang-orang yang terlatih untuk menyelesaikan masalah. Namun bagi kebanyakan orang di kuadran E dan S, masalah adalah sesuatu yang mengerikan. Disinilah peluang bagi orang-orang di kuadran B dan I untuk mendapatkan keuntungan besar.

Fakta berbicara, orang-orang besar malah membeli perusahaan yang hampir bangkrut dan mengubahnya menjadi perusahaan yang sangat berharga. Di kala orang lain melihat suatu ketidakmungkinan, seorang entrepreneur sejati melihatnya itu sebuah peluang emas.

Namun tidak jarang juga orang yang mencoba melakukan hal itu akan tetapi ia gagal merubah keadaan berbalik. Meskipun gagal mendapatkan hasil yang gemilang, sesungguhnya mereka tetap berhasil. Karena mereka mendapatkan pengalaman baru yang sangat berharga, kesuksesan hanya tinggal menunggu waktu saja.

Pergaulan

Dalam bukunya, Kiyosaki meminta kita untuk menulis 6 orang terdekat kita. Lalu dari daftar tersebut, tentukan sesuai fakta, berada di kuadran mana mereka. Apakah sebagian besar teman terdekat anda itu berada di kuadran yang sama dengan anda? Jika iya, anda beruntung.

Jika anda menginginkan berada di kuadran kanan, dan 6 orang terdekat anda semuanya berada di kuadran kiri, anda perlu mempertimbangkan untuk mencari pergaulan baru. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa sudut pandang orang yang berada di kuadran kiri dan di kuadran kanan sangat jauh berbeda.

Untuk terus mengasah kemampuan, anda membutuhkan diskusi-diskusi yang membangun tentang keberjalanan anda di sisi kanan kuadran, yang mana itu sulit didapatkan jika lingkungan anda adalah orang-orang yang takut mengambil resiko. Mulailah ikut organisasi-organisasi, atau forum di internet, contohnya sub-forum di Kaskus.

Kaya dari Gaji? 

Bagi anda yang masih ingin berada di kuadran kiri (E dan S) dan berharap menjadi orang kaya raya, sepertinya anda perlu meninjau kembali harapan anda tersebut. Ingat, bahwa tugas boss anda adalah memberikan anda pekerjaan, bukan membuat anda kaya. Yang bertanggung jawab untuk membuat anda menjadi kaya, adalah anda sendiri.

Untuk memasuki kuadran kanan memanglah sulit. Akan tetapi, justru sulit tersebutlah yang menjadi kunci anda menjadi kaya raya. No pain no gain.

----------- END ---------

Buku ini sungguh menarik, saya menyarankan anda untuk membacanya sendiri. Dimulai dari buku Kiyosaki yang berjudul Rich Dad Poor Dad. Sebenarnya ada beberapa substansi yang kurang bisa saya fahami, mungkin ini error yang diakibatkan dari terjemahan, tapi itu tidak mengurangi kehebatan ide besar dari buku ini.
Semoga bermanfaat buat anda semua.