Bajuyuli baju muslim anak perempuan

Dibalik Kesulitan Ada Kemudahan

Judul artikel ini cukup klasik. Saya akan coba bedah dan gali tema klasik ini. Landasan utama dari artikel ini adalah salah dua surat dari kitab suci agama saya, Al-Quran, yakni surat Ad-Duhaa dan surat Asy-Syarh. Disini saya tidak akan
bedah terjemahan dari kedua surat tersebut kata per-kata, tapi langsung kepada opini pribadi saya. Saya sarankan anda membaca terjemahan surat tersebut sebelum melanjutkan membaca artikel ini.

Dalam surat Ad-Duha diterangkan bahwa kemudian lebih baik daripada permulaan, sedangkan surat Asy-Syarh secara gamblang menerangkan sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Makna keduanya selaras, sama-sama mengarahkan kita untuk menghadapi masalah apapun yang ada di depan kita.

Pernahkah anda merasa sulit sekali untuk memulai sesuatu? tetapi ketika anda sudah memulai, semuanya terasa mudah? Tentu pernah. Dalam memulai tulisan ini, saya pun merasa sulit sekali merangkai kata-kata pertamanya, tetapi setelah beberapa kalimat, jari saya seakan-akan menulis dengan sendirinya.

Atau contoh lain, ketika saya masih kuliah dulu, rasanya sulit sekali untuk bangun dari tempat tidur demi kuliah pagi. Akan tetapi jika fasa itu sudah terlalui, yang tumbuh adalah rasa semangat untuk segera ke kampus untuk kuliah. Kesulitan hanya terjadi di awal saja.

Ilustrasi di atas menggambarkan, ketika kita takut untuk menghadapi masalah di depan kita, semuanya akan terasa sulit, sedangkan jika kita berani menghadapinya dan sudah mulai menjalani, kemudahan pasti akan datang. Terbukti sudah, bahwa dibalik kesulitan terdapat kemudahan.

Jadi intinya, bagaimana anda sebagai pribadi memandang masalah yang ada di hadapan anda, jika anda memandang hal tersebut sulit, pastilah akan sulit. Jika anda memandang masalah anda mudah, pasti akan mudah. Sepakat?

Saya ada tips buat anda untuk semakin menyadari konten yang inign saya sampaikan, dengan cara biasakanlah berkata: "sulit, tapi bisa", bukan "bisa, tapi sulit". Kedua frasa tersebut memiliki sudut pandang yang bertolak belakang, yang pertama sudut pandang optimis, sedangkan yang kedua sudut pandang pesimis. Bukankah memandang hidup dengan optimis akan terasa lebih mudah?

Semoga artikel ini bermanfaat.


sumber gambar: marksdailyapple.com

Artikel ini adalah salah satu dari topik self engineering yang ada di web ini, antara satu dan lainnya saling bertautan.