Bajuyuli baju muslim anak perempuan

Demi Anak Cucu Kita?

Sering kita dengar atau baca mengenai berhemat sumber daya alam, demi anak cucu kita. Atau ada juga tentang menjaga lingkungan hidup demi anak cucu kita. Yang dimaksud anak cucu dalam frasa-frasa seperti demikian menurut saya adalah bukan sekedar generasi di bawah kita, melainkan waktu dari detik ini hingga masa depan.

Coba kita telaah lebih dalam makna dari "demi anak cucu kita", kesan pertama kalimat tersebut mengarah agar anak cucu kita hidup nyaman dan tenteram kelak. Tapi apakah itu yang dikehendaki oleh anak cucu kita? seakan-akan anak cucu kita (masa depan) tidak bisa berupaya apa-apa sehingga membutuhkan belas kasih dari kita saat ini.

Faktanya, dari waktu ke waktu
manusia terus berkembang dengan apa yang namanya teknologi. Dahulu kala orang tidak tahu caranya terbang, sekarang terbang adalah hal yang lumrah untuk bepergian. Teknologi yang baik adalah yang dapat mengatasi masalah. Tega-kah kita berburuk sangka bahwa anak cucu kita tidak bisa menemukan teknologi yang lebih solutif?

Saya menduga bahwa jargon ini didengungkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan saja, sehingga kepentingannya saat ini tidak terganggu. Mungkin pihak-pihak ini adalah orang-orang yang berada di TOP CLASS, seperti entrepreneur kelas kakap, mafia, politikus kelas dunia, dlsb.

Saya coba sajikan contoh agar lebih mudah dipahami.

Sering kita dengar agar kita menghemat sumberdaya alam yang tidak terbarukan seperti minyak. "hematlah BBM demi anak cucu kita", jargon itu mengatakan seakan-akan hanyalah minyak sumber energi di masa depan, seakan-akan anak cucu kita tidak mampu menemukan sumber energi alternatif yang lebih baik. Saya rasa itu tidak mungkin, karena sekali lagi, faktanya manusia selalu berhasil menghasilkan teknologi-teknologi baru yang lebih baik. Saya curiga ini hanyalah permainan orang-orang berpengaruh di industri minyak bumi agar industri ini tetap hidup.

Contoh lain soal pemanasan global. Kita didoktrin untuk menjaga lingkungan agar tetap lestari demi anak cucu kita. Padahal semestinya solusi yang terbaik adalah kita (manusia) menemukan teknologi-teknologi terbaru untuk menciptakan oksigen dengan cepat, menjaga agar es di kutub tidak mencair, dlsb. Saya curiga jargon seperti ini disebarkan oleh negara-negara maju, agar negara berkembang tidak mengeksploitasi sumberdaya alam geografis yang mereka miliki, dengan demikian industri tetap stabil.

Dari kasus minyak dan pemanasan global, jika keadaan terus seperti ini tanpa ada perubahan yang signifikan, maka lambat laun kondisi yang ditakutkan itu akan terjadi juga bukan? maka jalan terbaiknya dalah menemukan teknologi yang lebih baik.

Jadi, koreksi saya mengenai jargon-jargon di atas adalah janganlah kita menganggap "remeh" anak cucu kita, ciptakanlah kondisi mulai sekarang agar anak cucu kita mampu menyelesaikan masalahnya sendiri.

Sikap terbaik saat ini adalah gunakanlah semua yang ada di zaman kita sekarang dengan bijak. Jika butuh gunakanlah, jika tidak ya jangan. 

sumber gambar: rujakicecream.blogspot.com